Kamis, 19 Maret 2015

RESIDENCE PERMIT SWEDIA

Kamu ada rencana akan menikah dengan Warga Negara Swedia? 
Ada rencana akan menetap di Swedia?
Semoga artikel ini bisa membantu !

Banyak alasan mengapa orang harus pindah dan menetap ke negara lain, bisa karena ingin menikah dengan Warga Negara Asing, bisa karena Study, bisa karena Bekerja, bahkan bisa karena Suaka Politik. 
Kalau gue sendiri memiliki alasan pindah ke negara lain (Swedia), karena gue waktu itu akan menikah dengan salah seorang dari warga negara ini.
Nah, jika kamu ingin menikah dan menetap di negara lain,  ada baiknya terlebih dahulu kamu mengurus  Residence Permit. Mengapa?
Karena dengan memiliki Residence Permit selain kamu bisa menetap untuk jangka waktu yang relatif lebih lama (sekitar 2 tahunan dan bisa diperpanjang lagi) kamu juga otomatis bisa mendapat Work Permit (Ijin Bekerja). Beda jika kamu hanya mengandalkan Visa dengan masa berlaku yang relatif pendek (kurang lebih 1 bulan) dan harus bolak balik memperpanjang dengan biaya yang tidak kecil dan yang pasti kamu juga tidak bisa otomatis boleh bekerja di negara yang kamu datangi.

Mendapatkan Residence Permit (selanjutnya gue sebut RP) memang tidak segampang mendapatkan Visa, selain prosesnya lebih lama, kita juga lebih banyak mendapat pertanyaan yang harus dijawab dengan details. Berdasarkan pengalaman dari banyak orang, banyak dari mereka yang mendapatkan RP dengan waktu yang sangat lama, bisa lewat dari 6 bulan, tahunan bahkan ada yang ditolak beberapa kali sampai mereka banding, pengadilan, dan bahkan tidak membuahkan hasil. Pihak Imigrasi Swedia mempunyai alasan tentunya.
Jujur saja sewaktu membaca pengalaman orang orang yang sangat sulit mendapatkan Residence Permit gue sempat stress, mengingat banyaknya pengajuan RP mereka yang ditolak. Tapi setelah gue ajukan sendiri ternyata proses pengajuan Residence Permit gue mulai dari pengiriman aplikasi sampai di approved itu cuma butuh waktu kurang lebih 2 minggu. Jadi tetap semangat deh dan jangan putus asa, tetap ikuti semua syarat yang diminta untuk pengurusan RP tersebut.
 
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang cara mengurus Residence Permit ke Swedia di berbagai blogs yang bisa kamu baca, akan tetapi gue mencoba mengulas kembali lebih detail sesuai pengalaman gue. Karena gue ingat banget bagaimana paniknya gue ketika memulai proses pengajuan ini dengan segala keterbatasan kemampuan tekhnologi gue yang pas pasan, bahasa inggris yang ga bagus bagus amat, banyaknya link yang gue baca sampai bingung gue harus masuk kesitus mana sebenarnya, terus pertama sekali bagian mana yang harus gue klik, sedikit kurang yakin dan takut salah. Gue percaya masih banyak orang orang yang selevel dengan gue kemampuan tekhnologinya, jadi dengan menjelaskan lebih detail, semoga ini bisa membantu kalian, yang penting berusaha aja. Buat kamu yang memang sudah canggih dalam dunia internetan, pastinya tulisan gue lebih gampang lagi buat kamu...hehehhe.
 
Jika ingin menikah dengan Warga Negara Swedia dan menetap di Swedia, berikut cara mengajukan Residence Permit ke negara tersebut (artikel ini memang lebih khusus untuk pengurusan RP bagi kamu yang akan menikah dengan WNA Swedia, kalau kamu punya alasan lain seperti Study, bekerja, paling kamu tinggal ikuti langkah langkah yang ada di situs dibawah ini)
 
Pertama sekali gue masuk ke situs resmi Imigrasi Swedia   baca disini 
Setelah membuka situs ini, biar lebih memudahkan kamu mengerti bahasanya,  kamu bisa mengganti  dari Svenska ke English.
Nanti akan terlihat beberapa pilihan, seperti :
  • Working in Sweden (bekerja di Swedia)
  • Moving to someone in Sweden (mengikuti dan menetap dengan warga Swedia, contohnya menikah)
  • Studying in Sweden (sekolah/kuliah)
  • Visiting Sweden (berkunjung ke Swedia biasanya untuk jangka waktu yang agak lama)
  • Protection and Asylum in Sweden (Suaka Politik)
  • Becoming a Swedish citizen (menjadi Warga Negara Swedia)
 
Nah, kamu tinggal pilih bagian kalimat di atas yang paling tepat untuk menjadi alasan mengapa kamu harus mengajukan RP.
Berhubung gue akan menikah dengan Warga Swedia, maka yang paling pas gue pilih adalah "MOVING TO SOMEONE IN SWEDEN"
 
Klik bagian ini dan akan terlihat kalimat "How to aplly for a Residence Permit" yang terdiri atas dua bagian yaitu "
  • "If you are married or common law spouse" (jika kamu sudah melangsungkan pernikahan terlebih dahulu baru mengurus RP kemudian)
  • "If you plan to marry or become the common law spouse" (jika kamu akan berencana untuk menikah dan mengurus RP terlebih dahulu sebelum menikah)
Berhubung gue ingin mengurus RP terlebih dahulu baru menikah, maka gue pilih "If you plan to marry or become the common law spouse"
 
Nanti di bagian ini akan muncul beberapa step atau tahap tahap pengurusan RP, maksudnya sebelum kamu memulai proses pengajuan RP, kamu sebaiknya dan kalau menurut gue "harus" kamu baca dan pelajari baik baik dulu setiap penjelasan di seluruh tahap tahap dibawah ini:
  1. Fill the aplication
  2. Pay the fee
  3. Questionnaire for the family member Sweden (Calon kamu akan menerima email yang berisi link untuk menjawab pertanyaan aplikasi online ynag hampir sama dengan yang  kamu terima)
  4. Book Appointment at the embassy or consulate general
  5. Interview
  6. The migration Board process the aplication
  7. Receiving the decision
 
After mempelajari tahap di atas,  gue menyimpulkan  dokumen dokumen yang diperlukan untuk pengurusan RP tersebut adalah:
  1. Aplikasi Online yang sudah di print out
  2. Copy passpor gue (bagian yang menjelaskan data diri gue )
  3. Photo ukuran 4x6 (backround putih) sebanyak 2 lembar
  4. Surat Keterangan belum pernah menikah dari kantor kelurahan dan kemudian surat ini kamu bawa ke kantor notaris untuk di translate dan dilegaliris notaris ataupun bisa juga kamu bawa ke translater yang sudah di angkat sumpah .
  5. Personbevis calon pasangan yang dikeluarkan oleh Skatteverket (kantor Pajak) Swedia, yang merupakan akta kelahiran dan data resmi calon suami kamu sebagai warga Swedia, mulai dari tempat dan tanggal lahir, alamat, dan status pernikahan sudah menikah atau belum.
  6. Copy passpor calon pasangan
  7. Surat keterangan kerja calon pasangan
  8. Surat keterangn gaji calon pasangan  dari perusahaan
  9. Surat keterangan rekening 6 bulan dari bank tempat calon pasangan menabung
Syarat nomor 5 sampai 8, syarat optional saja, karena calon pasangan kamu juga akan memberikan dokumen ini pada saat dia menjawab pertanyaan secara online dari Imigrasi Swedia. Dan Dokumen dokumen calon pasangan tidak harus asli, cukup kamu terima by email saja bisa kok.
 
Kemudian kita mulai masuk ke aplikasi online (tahap Fill the aplication), kamu scroll kebawah di bagian halaman yang sama dengan ke 7 tahap tahap pengajuan RP di atas,  dan akan terlihat "Begin application" yang terdiri dari dua pilihan yaitu :
  • in Sweden (Jika pada saat mengajukan kamu berada di Swedia)
  • outside Sweden (Jika saat mengajukan kamu berada di luar negara Swedia)
Berhubung saya mengajukan dari Jakarta, maka saya memilih "Outside Sweden"
Dan jangan lupa juga kamu harus klik tanda persetujuan kamu di bagian "By checking the box I accept" karena jika tidak di klik, kamu tidak bisa memulai aplikasi online.
 
Mulai deh klik "Begin application" maka yang pertama kamu lihat adalah kamu diminta untuk meregister atau mendaftarkan user kamu dalam bentuk email. Jangan sampai salah ya.
Setelah sukses meregister kamu akan mendapat email balasan yang menyatakan kalau user kamu sudah terdaftar dan kamu bisa langsung LOGIN dengan meng klik link yang diberikan di dalam email tersebut.
Sebagai informasi, jika kamu merasa tidak harus menyelesaikan aplikasi online di hari yang sama, kamu bisa istirahat atau melanjutkan esok harinya , tanpa harus kehilangan data yang kamu sudah isi, karena begitu kamu mengisi aplikasi otomatis data sudah tersimpan. Tapi ingat, ada batas waktunya, seingat gue dalam tempo 24 jam kamu harus login kembali ke link tersebut.
 
Mengisi dan menjawab aplikasi lumayan membuat gue letih dan agak stress sih, karena ada beberapa bagian yang meminta gue bercerita dengan kalimat yang harus detail dan sejelas jelasnya, tentang hubungan gue dengan calon pasangan, bagaimana perkenalannya, sudah mengenal sejauh mana, sudah pernah bertemu sebelumnya apa tidak, dimana tempat  pertemuan kami pertama sekali berlangsung, apakah kami sudah bertunagan apa belum, yang mana gue merasa kadang pertanyaannya cenderung menjebak karena diulang ulang seperti psikotes.
Sampai ada pertanyaan "apakah kamu sudah hidup bersama dengan calon pasangan kamu, dan ketika gue jawab "belum pernah" malah otomatis muncul pertanyaan lain "kenapa kalian tidak hidup bersama?"  yaelahhhhhh, pusingggggg!!!hahahhaha. Disinilah kamu harus benar benar menjawab dengan baik dan jelas. Jangan sampai terjebak dengan jawaban kamu sendiri.
 
Intinya aplikasi ini berisi tentang Data Pribadi kamu, Data Calon pasangan kamu, Orang Tua Kamu, saudara kandung kamu (semoga ga seperti gue yang nyaris migrain mengisi data saudara kandung yang sampai 10 orang lengkap dengan jumlah anak, tanggal lahir, alamat tempat tinggal, kalau mengingat itu sungguh perjuangan deh...hihihi).
Kamu juga harus menceritakan riwayat hidup kamu mulai dari kecil sampai kamu dewasa, pendidikan, pekerjaan, kamu lahir dan besar di kota apa namanya, bagaimana kamu membiayai hidup kamu, Apa rencana kamu dengan calon pasangan ke depannya, apakah calon pasangan kamu sudah memiliki anak sebelumnya, apakah kamu sudah pernah menikah sebelumnya, apakah kamu memiliki anak sebelumnya, apakah kamu pernah hamil walaupun belum menikah, ampun deh semua di tanyai.
Gue aja senyum senyum capek pas baca kembali lembar aplikasi gue pada saat menulis artikel ini...tapi ingat tetap semangat yaaa.!!
 
Setelah kamu mengisi lengkap aplikasi kamu, maka kamu juga harus melampirkan data dokumen yang sudah kamu scan, seingat gue yang diminta cuma passpor gue dan surat keterangan belum pernah menikah, tapi gue scan dan lampirkan saja semua dokumen yang gue punya. Seingat gue untuk pengisian aplikasi online ini nanti kamu diminta untuk mendownlod FDF yang muncul otomatis di aplikasi dan semua data kamu akan tersimpan disana dan di komputer kamu juga. Kamu bisa buka dan print aplikasi kamu dari sini.
 
Sebelum kamu pindah ke tahap pembayaran (tahap Pay the fee), kamu bisa mereview kembali semua jawaban kamu kalau kamu merasa ragu, dan melakukan perbaikan. Setelah kamu yakin, maka kamu bisa melakukan pembayaran RP dengan menggunakan  Kartu Kredit, kalau tidak salah waktu itu sekitar 1500 SEK, ga tau sekarang sudah berubah apa ga.  Dan terakhir kamu send deh.
 
Gue mengirim aplikasi online tepatnya tanggal 4 February 2014, dan pengalaman gue saat itu juga dihari yang sama gue mendapat dua email balasan yang menyatakan bahwa aplikasi dan pembayaran RP gue sudah diterima lengkap dengan Control Number aplikasi  dan  nomor Refrensi pembayaran RP.
Dan di saat yang sama, calon pasangan gue juga mendapat email dari Imigration Swedia yang di CC kan ke gue, yang meminta beliau untuk mengisi aplikasi online yang isinya hampir sama dengan yang gue isi. Setelah calon pasangan mengirim aplikasi onlinenya, maka pada tanggal 10 February gue mendapat email yang meminta agar gue untuk menghubungi kedubes Swedia di Jakarta, untuk melakukan appointment Interview ( tahap Book Appointment at the embassy or consulate general ) lengkap dengan Dossier Number. Ingat Dossier number ini sangat penting, karena pada saat kamu menghubungi kantor Kedubes Swedia untuk melakukan booking Interview, maka mereka akan menanyakan Dossier Number kamu. So ada baiknya kamu langsung print dan bawa pada saat interview.
 
Pada tanggal 12 February 2014, gue melangsungkan tahap interview di Kedubes Swedia di Menara Rajawali lantai 9, Jl. Mega Kuningan Lot 5/1, Jakarta 12950 (telp : 021 25535900)
Berpakaian rapi, membawa semua dokumen asli dan copy serta print out aplikasi online  (seingat gue yang diminta cuma satu rangkap aja deh, karena gue mengajukan secara online dan data gue langsung diterima Imigrasi di Swedia). Tapi tidak ada salahnya kamu membuat rangkap dua, buat jaga jaga aja, daripada harus bolak balik kalau ada yang kurang.
 
Gue di interview kurang lebih satu jam, pertanyaannya sih paling seputaran hubungan gue dengan calon pasangan, dan jawaban gue langsung diketik oleh staf kedutaan yang nantinya jawaban itu langsung di kirim di hari yang sama  ke Imigrasi Swedia. Jadi staf kedutaan sifatnya hanya menyampaikan pertanyaan yang sudah di sediakan oleh Kantor Imigrasi Swedia saja.
Contoh pertanyaannya adalah Siapa nama calon pasangan, apa pekerjaannya, nama orang tuanya, berapa jumlah saudaranya, tinggalnya dimana, siapa yang memperkenalkan, bagaimana pertemuan pertama kali dan dimana, apa jabatan calon suami di kantornya, penghasilannya berapa, apa saja asset calon suami, rumahnya milik sendiri apa ngontrak, mobilnya ada berapa, gue sudah pernah ke Swedia apa belum, calon pasangan  sudah pernah ke Indonesia apa belum mengunjungi gue..kalau kata gue sih, pertanyaan ini sifatnya lebih kepada sejauh mana kita mengenal calon pasangan dan latar belakangnya.Setelah itu kalau ga salah gue di foto dan rekam sidik jari serta melampirkan tanda tangan digital di kotak scaner yang sudah di sediakan. Kemudian staf kedubes memberikan gue selembar surat yang isinya menyatakan bahwa gue memberikan kuasa kepada calon suami gue untuk bisa melihat data gue di Swedia jika memang diperlukan untuk itu. 
 
Sebelum meninggalkan kedubes Swedia, gue sempat bertanya kira kira berapa lama aplikasi gue akan di approved, dan staf kedubes cuma bilang tidak bisa memastikan, karena keputusan ada di tangan Kantor Imigrasi Swedia di Swedia. Tapi berdasarkan pengalamannya, kebanyakan keputusan kurang lebih 6 bulan ke atas bahkan ada yang tahunan sampai berlarut larut dengan hasil yang tidak jelas dan bahkan tidak sedikit yang di tolak. Tapi ada juga prosesnya yang cepat dan tidak sampai 6 bulan. Tergantung kasus dan kelengkapan dokumen.
 
Setelah hasil interview dikirim ke Imigrasi Swedia, maka pihak Imigrasi akan memproses aplikasi kamu  ( tahap The migration Board process the aplication )
Dan tinggal menunggu hasil  (tahap Receiving Decission 
 
Kalau gue, tepat sehari setelah gue interview tepatnya tanggal 13 Februari 2014, gue mendapat email dari kedubes Swedia di Jakarta, tapi karena waktu itu gue agak ribet di kantor gue ga sempat baca, sampai akhirnya gue di telepon dan mengatakan RP gue di APPROVED!!!!
Gue sumpah sempat blank, masa sih, cepat banget!!
Jangankan gue, staf kedubesnya juga kaget bisa secepat itu...hihihi
Ya rejeki gue dan suami gue lah ya,,,semua dimudahkan.
Dan after 3 minggu setelah gue mendapat pemberitahuan tersebut, gue mendapat Residence Permit Card gue yang dikirim langsung dari Swedia. Ini bisa kamu ambil langsung ke kantor Kedubes Swedia atau kalau kamu tidak sempat atau kamu berada di luar kota Jakarta, kamu bisa suruh orang yang kamu percaya dengan membuat Surat Kuasa.
 
Bagaimana? cukup jelas ga? atau malah ribet bacanya?
 
Ini gue kasih saran/tips deh mudah mudahan lo bisa beruntung kaya gue juga (walaupun ini tidak menjamin ya), sekedar share aja.
 
  • Sesuai saran dan masukan dari petugas staf kedubes Swedia di Jakarta waktu itu, alangkah baiknya jika kamu mengajukan aplikasi RP secara ONLINE, karena proses ini dianggap lebih cepat, karena langsung diterima di hari yang sama  oleh Imigrasi Swedia di Swedia.
  • Sebelum memulai aplikasi online, baca dan pelajari benar benar tahap tahap proses pengajuan RP
  • Siapkan dokumen terlebih dahulu, dan ingat dokumen dalam bentuk surat keterangan harus di translate ke bahasa inggris dan dilegalisir pejabat yang berwenang (bisa notaris bisa juga translater bersumpah)
  • Jika kamu seorang wanita yang sudah pernah menikah dan bercerai, lengkapi surat cerai dan dokumen pendukung lainnya dan jika kamu memiliki anak, lengkapi juga dokumen anak anak kamu seperti akta kelahiran dsb.
  • Jika kamu dalam kondisi hamil mintalah surat keterangan hamil dari pejabat yang berwenang
  • Pada saat mengisi aplikasi online, cobalah menjawab semua pertanyaan dengan benar dan apa adanya. Jangan berbohong, karena kemungkinan mereka bisa mengetahuinya.
  • Perlu kamu ingat, alasan kamu mengajukan RP adalah karena akan menikah denga warga Swedia, maka pihak imigrasi tentunya akan fokus terhadap alasan kamu ini, dan ingin melihat sampai dimana keseriusan hubungan kamu dengan calon pasangan kamu, karena mengingat banyak sekali pasangan yang menikah denga WNA itu ujung ujungnya bermasalah, karena tidak terlalu memahami latar belakang calon pasangan, yang nantinya ini akan menjadi polemik juga bagi negara yang kamu datangi. Bahkan tidak sedikit saat ini yang mengajukan RP dengan alasan akan menikah tapi ujung ujung hanyalah bagian dari perdagangan manusia atau wanita.  Untuk itu ada baiknya sebelum kamu mengajukan RP,  kalian berdua sudah pernah saling mengunjungi, calon kamu sudah pernah mengunjungi kamu ke Indonesia atau demikian sebaliknya. Jadi paling tidak pihak Imigrasi mengangap ada hubungan yang serius di atara kalian untuk bisa lebih saling mengenal. Bukan sekedar hubungan yang instant dan buru buru langsung menikah. Karena nantinya kamu akan melihat ada bagian pertanyaan yang menanyakan apakah calon pasangan kamu pernah mengunjungi kamu ke negara dimana kamu berada, atau apakah kamu sudah pernah mengurus Visa ke Swedia, apakah kamu pernah mengunjungi calon pasangan kamu ke Swedia, apa kesan kamu terhadap negara Swedia. Dengan kamu bisa menjawab ini, sudah merupakan point yang baik menurut gue.
  • Ada bagian dari aplikasi yang meminta kamu untuk menjelaskan secara detail tentang latar belakang kamu dan kehidupan kamu. Kamu harus menjelaskan dengan detail. Nama, tempat tanggal lahir, kamu besar di kota apa namanya, nama orang tua kamu, pekerjaannya apa, berapa saudara kandung kamu, kamu sekolah dimana, kuliah dimana, dan bekerja dimana, hoby kamu apa,  kembangkan kalimat kamu sedetail mungkin sehingga mereka membacanya juga bisa cepat paham, bila perlu selipkan kalimat joke ringan yang membuat kalimatmu enak di baca. Menurut gue latar belakang kehidupan kita juga merupakan point yang penting bagi mereka. Jadi usahakan menjelaskan secara lengkap, tapi  ingat dalam mengembangkan tulisan kamu tetap pada konteks yang diminta.
  • Mengenai calon suami juga, kamu sudah harus tau tentang riwayat hidup atau latar belakangnya, jangan cuma tau namanya saja, kamu harus bisa menjelaskan nama orang tuanya, berapa orang saudaranya, dia bekerja dimana, tempat dan tanggal lahirnya, tentang sekolahnya, apa hoby dia, buat susunan konsepnya hampir sama dengan riwayat hidup kamu.
  • Mengenai Relationship kamu dengan calon pasangan kamu, disini ada beberapa pertanyaan yang menurut gue hampir di ulang ulang, jadi hati hati jangan sampai kamu menjelaskan kalimat yang berbeda di bagian yang satu dan berbeda di bagian lain, menurut gue ini adalah salah satu trik mereka untuk bisa mengetahui kebenaran jawaban kamu. Ceritakan bagaimana awalnya kalian bisa kenal satu sama lain, kapan pertama sekali komunikasi dan melalui apa, email? sms? telepon? skype? jelasin saja. Karena pertanyaan untuk ini juga ada loh. Kapan kalian bertemu pertama sekali, bagaimana perasaan kamu pertama sekali bertemu kamu jelasin saja, apakah kalian sudah bertunangan, jika sudah, jangan lupa pada saat interview dibawa cincinnya, karena nanti staf kedubes akan meminta untuk diperlihatkan. Ini point bagus juga menurut gue, karena dengan adanya pertunangan, semakin serius deh hubungan kamu dan calon pasangan di mata mereka, karena beli cincin kan ga murah....hahahahhaha...
  • Jalin komunikasi dua arah dengan calon pasangan pada saat kalian melakukan pengisian aplikasi online agar jawaban kalian berdua klop satu sama lain, jangan tar kamu jawab apa dan calon kamu jawabnya beda,,,,wahhhh ini kaya nya ga bener ni pasangan serius ...bisa bisa gitu mikir pihak imigrasinya.
  • Untuk beberapa case, kadang kadang kamu akan diminta untuk menunjukkan dokumen atau surat pendukung terkait hubungan kalian, misalnya foto foto  waktu kalian saling mengunjungi, email emailan kalian, di simpan aja semua dan bawa ketika interview. Untungnya sih gue ga diminta, padahal gue uda bawa.
  • Kalau kamu ditanya kapan rencana kalian akan menikah dan kapan kamu akan berkunjung ke Swedia, jangan memberi jawaban yang samar dan terkesan tidak pasti. Jawab saja dengan yakin, misalnya seperti gue, gue menjawab kami rencana akan menikah pada bulan juli 2014 dan rencananya jika memungkinkan saya akan berangkat awal mei 2014 dan mohon agar Residence Permit saya dapat segera di approved. Dan memang adanya seperti itu kok. Dan paling tidak mereka akan berpikir kita sudah mempunyai rencana yang matang atas pernikahan kita. Karena berdasarkan pengalaman dari beberapa orang yang RP nya ditolak, mereka tidak bisa memberikan kepastian kapan mereka akan tiba di Swedia jika RP nya di approved. Dan Pihak Imigrasi akan menjawab menolak pengajuan RP karena yang bersangkutan belum pasti dalam waktu dekat akan berkunjung ke Swedia, mungkin mereka tidak mau juga RP yang sudah diberikan terkesan mubajir dan  tidak langsung dipergunakan.
  • Jika ada dibagian aplikasi yang kamu merasa ragu dengan jawaban yang terkesan akan membuat pihak Imigrasi bingung, kamu bisa menambahkan keterangan di kolom Other Information. Seperti gue misalnya, nama di "Surat Keterangan Tidak Menikah"  ditulis HELENA RG PARDEDE, gue jelasin aja kalau RG itu singkatan dari apa, untuk mengantisipasi aja, jangan hanya karena masalah kecil membuat mereka jadi bertanya lagi kegue, mengingat surat keterangan itu dokumen penting yang wajib di penuhi. Ya contoh contoh kecil seperti itu deh.
  • Intinya adalah hindari jangan sampai proses aplikasi kamu memakan waktu yang lama dan prosesnya berlarut larut hanya karena kamu tidak memberikan penjelasan yang detail, tidak melengkapi dokumen yang diminta, yang membuat mereka bertanya lagi dan menunda proses aplikasi kamu.


"This Writing I dedicate to my sister NAOMI HUTAJULU, thanks for your help and information when  I asked my Residence Permit application. God Bless You  sist..."



6 komentar:

Unknown mengatakan...

Jika kita tidak tinggal d jakarta apakah harus interview ke jkt juga? Mohon pencerahannya

maymoy mengatakan...

Halo kak, aku udh baca blog kaka yg ini. Aku baru mau ngurusin RP juga tp ada beberapa pertanyaan yang mau aku tanyain sama kaka. Gimana ya ka carany? Kaka punya alamat email ga? ��

anggia mengatakan...

hej sis, boleh tau gak interviewnya pakai bahasa ingris atau bhs indonesia? biar lebih siap berkalimat nih. thanks ya buat tulisannya. mencerahkan banget.

anggia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Kak kita yg bukan lulusan s1 bisa nggak mengajukan RP?

Unknown mengatakan...

Aku mau tanya dong , seandainya kita sudah menggunakan translate yang tersumpah , apakah kita juga masih harus pergi ke notaris lagi untuk minta stamp Lagi ???